Rehabilitas Ka’bah
Ka'bah adalah tempat yang disucikan sejak dulu sejak zaman nabi
Ibrahim AS. banyak sekali orang yang berkunjung untuk menunaikan ibadah haji
dirumah Allah tersebut. mulai dari anak kecil hingga orang yang sudah tua, mereka
amat sekali mengunjungi rumah yang disucikan oleh orang-orang Arab khususnya
kaum Quraisy.
Namun, ketika nabi Muhammad berusia kurang lebih 35 tahun. Ka'bah
pernah direnovasi. banyak sekali perdebatan antar suku dalam hal merenovasi
ka'bah. mereka ragu-ragu dalam melakukan hal tersebut karena takut mengotori
kesucian rumah Allah tersebut.
Ketika orang-orang sekitar berniat ingin merenovasi ka'bah,
tiba-tiba muncul seekor ular yang cukup besar dari bawah tanah didekat ka'bah.
lalu orang-orangpun berfikir bahwa Allah tidak meridhoi hal yang ingin mereka
kerjakan. ular itu selalu berada dibawmuah terik matahari didekat bangunan
ka'bah. ular itu selalu sigap menegakan kepalanya ketika ada orang yang ingin
mendekati Ka'bah, mulutnya terbuka lebar seakan tak ada yang boleh
mengganggunya, ekornya pun bergerak seketika ketika orang hendak mendekatinya.
Namun selang beberapa hari setelah kemunculannya, ada seekor
burung yang datang dari langit menukik dan membawa ular itu. seketika
orang-orang yang berada disekitar ka'bah bergembira. "mungkin ini adalah
petanda bahwa Tuhan telah meridhoi kita untuk merenovasi ka'bah" kata
seseorang. Lalu ada seseorang yang memberanikan diri mendekati ka'bah dan
mengangkat batu dari atap dinding Ka'bah ia adalah Abu Wahb dari bani Makhzum,
namun ketika diangkat batu itu terlepas dan kembali ketempat semula. mereka
yang ada disekitar langsung menyingkir. kemudian pemimpin Makhzum yaitu Walid
mengambil sebuah palu dan berkata " Ya Tuhan jangan takut, kami hanya
ingin melakukan kebajikan" lalu ia merobohkan dinding ka'bah. orang-orang
disekitarnya bercakap "biarkanlah ia melakukannya dulu, apabila ia
meninggal mari kita hentika hal ini tapi apabila ia baik-baik saja mari kita
lanjutkan niat kitaini".
Hari bertemu hari namun keadaan Walid baik-baik saja, akhirnya
orang-orang memutuskan untuk merenovasi ka'bah, mereka beranggapan bahwa Tuhan
telah meridhoi niat mereka. mereka segera mengambil batu dan kayu yang mereka
bisa kumpulkan.
Setelah Ka'bah telah selesai direnovasi, ada perdebatan yang
sangat sengit dianatara semua suku. mereka memperdebatkan siapa yang berhak
untuk menaruh kembali batu hajar aswad. bahkan dalam perdebatan tersebut hampir
saja menimbulkan pertumpahan darah. namun ada sebuah usul dari seorang
kakek-kakek "bagaimana jika kita memilih orang untuk menjadi penengah
dalam kasus ini, siapa saja yang esok memasuki Masjid (daerah sekitar ka'bah)
paling pertama maka ia berhak menentukan keputusan" semua orangpun setuju.
Ternyata keesokan harinya, yang pertama memasuki masjid pertama
kali adalah Nabi Muhammad SAW, orang-orangpun setuju pada penunjukan Muhammad
karena ia adalah AL-Amiin.
Setelah diceritkan masalah mereka akhirnya Muhammad menyuruh untuk
mengambil selimut. kemudian dibentangkanlah selimut tersebut lalu diletakanlah
batu hajar aswad ditengahnya. lalu setiap dari perwakilan suku diperbolehkan
untuk memegang ujung dari sleimut tersebut sampai kedekat ka'bah. setelah
didekat ka'bah, lalu Muhammad mengambil batu hajar aswad dan meletakan kembali
ke tempatnya. setelah itu perenovasian Ka'bah dilanjutkan kembali.
Wallahu a'lam...

Komentar
Posting Komentar