Langsung ke konten utama

Pluralisme

Pluralisme
Oleh: Yudi Setiadi[1]

Pluralisme agama merupakan paham yang merupakan paham yang menyebarkan pemahaman tentang kesetaraan agama. Menurut mereka, semua agama tidak boleh mengklaim bahwa agamanya adalah kebenaran mutlak dari Tuhan.

Dalam praktiknya, mereka memaksakan kehendak kepada setiap penganut agama untuk mengakui kebenaran agama lain. Hal inilah yang menjadi fokus utama pembahasan kelompok ini.

Agak sulit seperti kita mengkaji paham pluralisme agama. Hal itu dikarenakan tidak ada definisi yang pasti tentang pluralisme agama. Jikalaupun ada, definisi terlalu bias bahkan bisa dikatakan abstrak.

Salah satu tokoh pluralisme agama di  Indonesia mengatakan bahwa ada tiga sikap dialog agama yang diambil. Pertama, ekslusifisme dalam melihat agama lain cenderung menyalahkan selain dari agama yang mereka anut. Kedua, inklusifisme, yang memandang agam lain sebagai bentuk implisit agamanya. Ketiga, pluralism mengatakan bahwa bukan hanya agamanya saja yang memiliki kebenaran namun agama lain juga memiliki kebenaran yang tidak bisa digugat.

Sebagian orang kelompok pluralisme agama bahkan memandang agama sebagai bentukan dari sebuah kebudayaan sekitar. Agama hanya bentuk refleksi spiritualitas orang-orang yang berada di suatu daerah yang bersifat relatif.

Jikalau penulis boleh simpulkan, tujuan utama mereka adalah mendoktrin manusia agar mengakui kebenaran agama lain yang berjung pada penyatuan semua agama dan kepercayaan. Mereka menginginkan suatu mansyarakat yang dapat mentoleransi agama lain.

Namun, paham mereka yang menginginkan masyarakat yang menjunjung toleransi, hanya berada ranah keinginan. Jika;au kita teliti kembali, tanpa adanya paham pluralisme agama, sebenarnya semua agama tidak terlalu mempermasalahkan agama lain. Contohnya Islam. Dalam ajaran agama Islam memang semua penganutnya dianjurkan untuk mengajak orang lain untuk memeluk agama Islam, namun perlu digarisbawahi, bahwa Islam tidak pernah memaksakan manusia untuk masuk dalam agama Islam.

Jika pluralisme menginginkan toleransi, maka cukuplah bagi mereka menjalankan ajaran agama yang mereka anut tanpa ikut campur urusan agama lain. Jika mereka ikut campur ajaran agama lain, maka hal itulah yang disebut tidak toleransi.

Toleransi yang diinginkan dalam ranah sosial masyarakat, maka cukuplah berbuat baik seperti yang diajarkan agama masing-masing tanpa harus memaksa orang membenarkan agama lain.

Selain memaksakan untuk mengakui kebenaran agama lain, kelompok pluralisme agama juga menganggap bahwa ajaran agama hanya sebuah jalan menuju Tuhan Yang Esa. tanpa melakukan ajaran agamapun –misalkan solat dalam Islam- manusia dapat bermeditasi dan merenung untuk mendapatkan ketenangan. Karena tujuan dari menajalankan ajaran agama adalah mendapatkan ketenangan.

Nampaknya perlu ada koreksian dengan pemahaman tersebut. Jiakalau benar mendapatkan ketenangan, perlu ditanyakan apakah ketenangan itu berasal dari Tuhan Yang Esa atau bukan.

Penulis berkesimpulan, bahwa Pluralisme agama merupakan suatu tindakan yang tidak toleranis dalam ranah kepercayaan terhadap agama. Jargon yang mereka usung yakni “Toleransi Agama” sepertinya hanya sebagai kepentingan sekelompok orang.

Toleransi memang perlu, namun hanya dalam ranah sosial masyarakat. Adapun jika menginginkan toleransi dalam ranah agama, hanya pada batas menghormati ajaran agama lain dan tidak mengolok-olok yang dipercaya oleh mereka.


[1] Mahasiswa Tafsir Hadits, Fakultas Ushuluddin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

منظومة البيقونية (Manzumat al-Baiquniyah) matan dan terjemahan

أَبْـدَأُ بِالحَمْـدِ مُـصَلِّياً علـى * مُحَمَّــدٍ خَيْرِ نَبيِّ أُرْسِلا Aku memulai dengan memuji Allah dan bershalawat atas Muhammad, nabi terbaik yang diutus وَذي مـنْ أقسـامِ الحَديثِ عِدَّهْ * وَكُـلُّ وَاحِـدٍ أَتَى وَعَـدَّهْ Inilah berbagai macam pembagian hadits.. Setiap bagian akan datang penjelasannya أَوَّلُهَا الصَّحِيحُ وَهُـوَ مَا اتَّصَـلّْ* إسْنَادُهُ وَلَمْ يَشُـذَّ أَوْ يُعَـلّْ Pertama hadits shahih yaitu yang bersambung sanad nya, tidak mengandung syadz dan ‘illat يَرْويهِ عَدْلٌ ضَـابِطٌ عَنْ مِثْلِـهِ  * مُعْتَمَـدٌ فِي ضَبْطِهِ وَنَقْلِـهِ Perawi nya ‘adil dan dhabith yang meriwayatkan dari yang semisalnya (‘adil dan dhabith juga) yang dapat dipercaya ke-dhabith-an dan periwayatan nya وَالحَسَنُ المَعْروفُ طُرْقـاً وَغدَتْ * رِجَالَهُ لا كَالصَّحِيحِ اشْتَهَرَتْ (Kedua) Hadits Hasan yaitu yang jalur periwayatannya ma’ruf.. akan tetapi perawinya tidak semasyhur hadits shahih وَكُلُّ مَا عَنْ رُتْبَةِ الحُسْنِ قَصُـرْ * فَه...

Menelisik Soal SPMB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2017

"Tak seperti soal-soal SBMPTN, soal-soal SPMB Mandiri UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sangat sulit untuk didapatkan. Jikalaupun didapat, itu hanya soal-soal tahun sebelumnya saja yang kemungkinan besar tidak akan muncul lagi soal yang serupa pada tahun ini. Hal ini merupakan sebuah kesulitan tersendiri bagi para  Calon Mahasiswa Baru UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.  Maka atas dasar itulah Keluarga Mahasantri Pesantren Luhur Sabilussalam (KMPLS) berinisiatif membuat  Buku Prediksi Soal SPMB Mandiri UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2017 untuk memudahkan  Calon Mahasiswa Baru UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mempersiapkan Ujian  SPMB Mandiri   UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2017 ."              Buku Prediksi Soal SPMB Mandiri UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2017 adalah buku prediksi soal SPMB Mandiri UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2017 yang sudah disusun berdasarkan  INDIKATOR SOAL...

Meramal Bumi 2028

Meramal Bumi 2028 IDENTITAS BUKU Judul               : Dunia Anna Penulis             : Jostein Gaarder Penerbit           : Mizan Tahun Terbit    : 2015 Cetakan           : IX Tebal Buku      : 244 halaman ISI BUKU Nova adalah seorang anak kecil yang akan genap usia ke 16 tepat pada tanggal 12 Desember 2028. Pada tahun 2028, lingkungan bumi sudah tak seindah dan seramah beberapa dekade sebelumnya. Semua gara-gara pemanasan global. Flora dan fauna tak lagi seragam dulu. Es-es besar di kutub menyusut drastis dari tahun ke tahun. Emirate Arab sudah menjadi padang pasir sejauh mata memandang, tak ada bangunan, hanya pasir. Ya pasir. Hal ini memaksa banyak orang mengungsi ke wilayah utara. Bi...