Langsung ke konten utama

Postingan

منظومة البيقونية (Manzumat al-Baiquniyah) matan dan terjemahan

أَبْـدَأُ بِالحَمْـدِ مُـصَلِّياً علـى * مُحَمَّــدٍ خَيْرِ نَبيِّ أُرْسِلا Aku memulai dengan memuji Allah dan bershalawat atas Muhammad, nabi terbaik yang diutus وَذي مـنْ أقسـامِ الحَديثِ عِدَّهْ * وَكُـلُّ وَاحِـدٍ أَتَى وَعَـدَّهْ Inilah berbagai macam pembagian hadits.. Setiap bagian akan datang penjelasannya أَوَّلُهَا الصَّحِيحُ وَهُـوَ مَا اتَّصَـلّْ* إسْنَادُهُ وَلَمْ يَشُـذَّ أَوْ يُعَـلّْ Pertama hadits shahih yaitu yang bersambung sanad nya, tidak mengandung syadz dan ‘illat يَرْويهِ عَدْلٌ ضَـابِطٌ عَنْ مِثْلِـهِ  * مُعْتَمَـدٌ فِي ضَبْطِهِ وَنَقْلِـهِ Perawi nya ‘adil dan dhabith yang meriwayatkan dari yang semisalnya (‘adil dan dhabith juga) yang dapat dipercaya ke-dhabith-an dan periwayatan nya وَالحَسَنُ المَعْروفُ طُرْقـاً وَغدَتْ * رِجَالَهُ لا كَالصَّحِيحِ اشْتَهَرَتْ (Kedua) Hadits Hasan yaitu yang jalur periwayatannya ma’ruf.. akan tetapi perawinya tidak semasyhur hadits shahih وَكُلُّ مَا عَنْ رُتْبَةِ الحُسْنِ قَصُـرْ * فَه...

Akal dan Kaki

Hari ini akal dan kaki berkecamuk Hati menimbang tak menghiraukan nyamuk Akal masa depan kesana kesini sibuk Kaki memijak hilangkan kikuk Tuhan. . . Relakan aku patahkan kaki-Mu Biarkan aku nyaman bersama akal semu Dirikanlah diamku dalam sebuah ilmu Walaupun sulit kuterima kuasa-Mu Namun. . . Niat qalbu yang terpaku Doa yang tersusun baku Kaki yang kulangkahkan maju Semua demi Kau yang satu

Manusia

Manusia Oleh: Yudi Setiadi Manusia merupakan makhluk yang p a radoks. Satu sisi manusia adalah makhluk individual, disisi lain manusia merupakan makhluk sosial. Manusia adalah makhluk yang istimewa. Penciptaannya diumumkan langsung oleh Tuhannya kepada seluruh malaikat. Hal tersebut terbukti dan termaktub dalam kita suci Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah ayat 30 yang berbunyi : وَإِذْقَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى الْأَرْضِ خَلِيْفَةً قَالُوْا أَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُكَ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ “ 30.   Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di muka bumi itu seorang khalifah.” Mereka berkata: “Apakah Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tu...

Lalu

Dimana Lalu berada Dalam sunyi ku menyapa Disini ku berdiri lama Tertelan bunyi tak terasa Kesunyian dini tak kan menanti Kematian jiwa yang berganti Kesucian batinpun tak peduli Tetap hati tertusuk belati Hidung ini bisa mendengar ketika melihat Berjalan kaki hati memahat Kini telingaku tak lagi bisa mengumpat Hanya Lalu di nadiku erat Bisakah kau baca ini? Menuliskan Cerita tak berarti Bisakah kau pahami? Binar mata cerminan hati

Lazuardi dan Iman

lazuardi merah menyala. mahal, permata nun batu mulia. iman dengan cahaya Ilahi berpatri dengan jiwa. sungguh melebihi lazuardi itu harganya,   dan sudah pasti tak terhitung nilainya. ia tak bisa dijual dan dibeli. sungguh mulia yang memilikinya. atas hidayah-Nya iman itu tetap hidup. pertahankan! kokohkan! itulah tiket untuk bersua dengan-Nya. -Anggi Suryadi, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prodi Tafsir Hadits-

Jangan Khawatir

Aku berkarya tak tahu arah Angin berhembus kemana   Aku berlaru kemana Gelap sudah tergenlincir tanpa cerca cahaya Impian terjatuh ambruk jika kemana ilmu Namun jangan khawatir! Di sini banyak madu yang bisa dikecap Tentu dengan tangan dan tengadahnya Jangan malas! Giatlah bekerja dengan sekuatnya. Berdoalah! merendah karna hina asa di mata-Nya. -Anggi Suryadi, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prodi Tafsir Hadits-

Tuhan, Aku dan Semesta

Fluida tetesan hujan akan saksi hamba hina bersimpuh tafakuri semesta. Planet, bintang, puing-puing, atau gugusan benda angkasa dan bumi sebagai cawan. Manusia, hewan, tetumbuhan hutan yang asri bukti hadirnya Dia Pencipta mangkuk bumi. Ia menghirup udara, membuka mata. Segar dan tenang menguak asa dalam dada. Siapa yang menciptakan semua ini? Sebenarnya ia sudah tahu jawabnya. Ia kembali memejamkan mata. Sudahkah berterima kasih pada Tuhan? Sambil terpejam, mentafakuri dengan mata dan hati basah. Belum, kau belum berterima kasih. Suara itu mendesah. Siapa yang mengucapkan itu? Hati dan tubuhnya bergetar. Malaikat ataukah naluri? Ia beristigfar dan memohon ampun dalam diam di dekat tanaman rimbun. Juga hatinya bertasbih, bertahmid, bertakbir Padu Allah, Tuhan yang Akbar. -Anggi Suryadi, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah, Prodi Tafsir Hadits-